Panti Assunnah
  • Home
  • Profil
  • Konsultasi
  • Donatur
  • Galeri
  • Kegiatan
  • Artikel
  • Berita
  • Hubungi Kami
6 Maret 2014

Telegram Larang Polwan Berhijab Dinilai Lukai Perasaan Umat

JAKARTA – Telegram Rahasia (TR) yang diduga dikeluarkan Mabes Polri berisi imbauan agar Polwan tidak menggunakan jilbab selama berdinas sebelum rumusan baku tentang Jilbab keluar, Kamis (29/11/2013) kemarin, dinilai melukai perasaan umat Islam.

Seperti diketahui, tak lama setelah dilantik sebagai Kapolri Jend. Polisi Sutarman menyatakan Polwan boleh berjilbab tanpa menunggu aturan. Pernyataan itu rupanya langsung diikuti oleh maraknya Polwan berjilbab di seluruh Indonesia.

“Sekarang diterbitkan Telegram Rahasia agar Polwan menanggalkan jilbab dengan berbagai dalih, (itu) sungguh sangat melukai perasaan Umat Islam,” kata aktifis muda Muhammadiyah Musthofa B. Nahrawardaya dalam siaran persnya diterima hidayatullah.com, Jum’at (29/11/2013).

Musthofa mengatakan pernyataan Kapolri yang tulus diduga mendapatkan tekanan dan desakan dari kelompok intoleran yang ingin memecah belah kesatuan Polri dengan pemeluk Islam khususnya Polwan.

“Semestinya, tidak perlu perintah menanggalkan jilbab bagi Polwan apabila memang ada keinginan dibuat seragam khusus di waktu mendatang,” kata peneliti kriminal di Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF). .

Jilbab yang dikenakan para Polwan sebagai sambutan positif atas anjuran Kapolri, terang Musthofa, merupakan sebuah respon positif dari segenap aparat Polwan di kepolisian. Tetapi menurutnya perintah pencopotan Jilbab melalui selebaran telegram rahasia saat ini jelas sebuah langkah blunder paling memalukan dan paling melukai bagi umat yang dilakukan Polri.

Copy Telegram Rahasia (TR) yang diduga dikeluarkan Mabes Polri itu ditandatangai oleh Wakapolri Komjen Oegroseno yang tengah beredar di masyarakat

“Saya berharap Kapolri tidak mudah dikendalikan oleh kelompok intoleran yang bertujuan memecah belah umat,” katanya.

Menyikapi upaya-upaya intoleransi itu, Musthofa memandang perlunya umat Islam di seluruh Indonesia untuk bersikap.

“Polri adalah pengayom dan pelindung serta pelayan umat. Jika Polri tidak lagi berkenan menjadi pengayom dan pelindung serta pelayan umat, kepada siapa umat Islam akan mengadu,” ujar dia.

“Ormas Islam khususnya NU dan Muhammadiyah, ini saatnya bersatu membendung gerombolan intoleran yang mencoba membodohi Polri,” tandasnya.

Seperti diketahui, Telegram Rahasia (TR) yang dikeluarkan Mabes Polri itu ditandatangai oleh Wakapolri Komjen Oegroseno yang menyebutkan bahwa keputusan untuk tak mengenakan jilbab bagi Polwan saat berdinas tersebut bersifat perintah untuk segera dilaksanakan. Kini copy TR tersebut tengah beredar di masyarakat via jejaring sosial.

Hambar Penyelesaian Penyadapan Australia Jilbab Polwan Tidak Ganggu Aktivitas Pekerjaan

Related Posts

Kategori Berita

Lulusan Penerima Beasiswa Kuliah Anak Asuh LKSA As-Sunnah Periode Pertama 2016-2020 bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Kategori Berita

DATA ANAK ASUH LKSA AS-SUNNAH TERBARU 2021-2022

Kategori Berita

Study Tour 2020 LKSA As-Sunnah Ponorogo

  • Home
  • Profil
  • Konsultasi
  • Donatur
  • Galeri
  • Kegiatan
  • Artikel
  • Berita
  • Hubungi Kami

Alamat

Desa Bringin, Kecamatan Kauman,
Kabupaten Ponorogo,
Jawa Timur 63400

Kontak

Telp. (0352) 7157091
Email. admin@pantiassunnah.org

Visitor

Developed by Oke Web Indonesia